Belajar Bisnis Online & Bisnis Affiliasi Komputer
Tampilkan postingan dengan label OLAHRAGA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label OLAHRAGA. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Februari 2012

Pria Harus Hindari 5 suplemen Ini

KOMPAS.com — Dulu, konsumsi suplemen kerap identik dengan kaum hawa karena ada anggapan wanita lebih lemah ketimbang pria. Tetapi sekarang, anggapan itu sudah tidak berlaku lagi. Banyak pria menggunakan suplemen dengan berbagai alasan, seperti untuk sekadar menjaga kebugaran, mencegah penyakit tertentu, dan penambah stamina.

Namun, Anda para kaum pria harus tetap berhati-hati. Sebab, ada beberapa jenis kandungan mineral atau zat aktif dalam suplemen yang justru dapat memicu perkembangan penyakit. Berikut ini adalah lima jenis suplementasi yang harus diwaspadai kaum pria seperti dikutip health.msn. Untuk keamanan dalam mengonsumsi suplemen, pastikan Anda terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter. 

* Asam folat


Banyak riset mengungkap khasiat asam folat khususnya untuk mengobati depresi dan penyakit jantung. Bahkan, beberapa orang memercayai bahwa mengonsumsi asam folat secara teratur dapat memperbaiki sperma yang rusak hingga jadi normal kembali. Tetapi, studi pada ahli di University of Southern California menemukan bahwa mengonsumsi 1 mg dosis asam folat setiap hari dapat memicu risiko kanker prostat sampai tiga kali lipat. Penelitian ini pernah dimuat dalam Journal of the National Cancer Institute pada Maret 2009. 

* Resveratrol


Resveratrol adalah salah satu senyawa polifenol yang terdapat pada tumbuhan dan sering dimanfaatkan dalam bidang medis. Hasil uji laboratorium pada tikus bahkan menunjukkan resveratrol mampu memperpanjang usia hidup tikus. Namun, penelitian pada manusia menunjukkan, konsumsi resveratrol dapat menyebabkan kerusakan ginjal.

* Selenium


Selenium (Se) merupakan antioksidan yang sangat bermanfaat untuk kesehatan manusia. Tingginya kadar antioksidan yang terkandung dalam selenium dipercaya dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Namun, sejumlah riset telah mengaitkan antara konsumsi selenium dengan peningkatan risiko kanker prostat. Pada 2009, para ahli dari Dana-Farber Cancer Institute the University of California, San Francisco, melaporkan dalam Journal of Clinical Oncology bahwa kadar tinggi selenium di dalam darah dapat memperburuk penyakit kanker prostat pada pria yang telah mengidap penyakit ini.

* Kava


Ekstrak kava biasanya digunakan sebagai produk herbal di Amerika Utara untuk mengatasi kecemasan, stres, ketegangan, dan insomnia. Konsumsi suplemen kava yang tidak tepat dalam beberapa kasus dapat menghasilkan toksisitas hati yang berat, termasuk hepatitis dan gagal hati pada beberapa orang. 

* Ginkgo biloba

Sejak dulu ginkgo biloba telah lama dimanfaatkan sebagai ramuan obat tradisional China. Tumbuhan herbal ini sudah diakui khasiatnya dalam meningkatkan daya ingat (memori). Tetapi, hasil penelitian menunjukkan bahwa suplemen berbasis ginkgo biloba sering tercemar dengan timbal. Peneliti dari Government Accountability Office Amerika Serikat pada 2010 lalu dalam laporannya yang dimuat The New York Times melaporkan adanya sejumlah suplementasi herbal yang terkontaminasi beberapa logam berat, termasuk di antaranya ginkgo


TEMUKAN ARTIKEL PELUANG KAREER DI SINI


GADGET UNIK CANGGIH DAN MURAH ADA DI SINI

Kamis, 19 Januari 2012

Pikir Dua Kali Jika Anda Ingin Membesarkan Otot Pakai Steroid

img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Setiap laki-laki biasanya mengidamkan bentuk badan yang sempurna salah satunya six-pack, tapi sayangnya ada yang memilih jalan pintas menggunakan steroid. Sebaiknya pikir lagi berkali-kali karena bisa menyebabkan masalah serius.

Para ahli menuturkan penggunaan steroid sebaiknya dihindari dan harus sangat hati-hati. Hal ini karena bisa menyebabkan masalah serius seperti berisiko tinggi impotensi, kebotakan dan gangguan jiwa yang mengarah pada bunuh diri.

Bentuk tubuh sempurna yang dicapai oleh banyak orang membutuhkan kerja keras yang disiplin, olahraga yang sistematis dna teratur serta mengatur pola makan. Tapi bagi orang yang tidak sabar, hal ini tentu dianggap sulit sehingga memilih jalan pintas dengan steroid.

"Fakta yang paling penting tentangs steroid adalah mereka seperti narkoba yang banyak disalahgunakan, dan penyalahgunaan ini bisa membahayakan tubuh," ujar Bindu Sthalekar, konsultas dermatologis dan kecantikan, seperti dikutip dari Indiatoday, Kamis (19/1/2012).

Sthalekar menjelaskan steroid adalah turunan dari hormon laki-laki terutama testosteron. Penggunaan steroid di kalangan remaja bisa mengakibatkan penyusutan testis, penurunan jumlah sperma yang pada akhirnya menyebabkan ketidaksuburan.

Beberapa obat yang digunakan untuk memompa otot ini kebanyakan dalam bentuk oral atau suntikan (injeksi). Penggunaan obat ini cenderung lebih murah biayanya dibanding operasi, serta mudah didapatkan.

Indu Tolani seorang dokter kulit menuturkan steroid membantu dalam produksi protein dan mencegah flek daro kortisol dalam jaringan otot yang mengakibatkan massa otot meningkat. Secara bertahap otot-otot ini berubah menjadi bisep, trisep dan six-packs, bahkan bisa 3 kali lipat lebih besar dari ukuran aslinya.

"Ada dosis khusus untuk suntikan tertentu karenanya harus hati-hati. Steroid biasanya direkomendasikan dokter untuk menambah nafsu makan dan merangsang massa otot dalam kondisi kronis seperti kanker dan AIDS," ujar Tolani.

Tapi jika digunakan sembarangan secara berlebihan dan jangka panjang bisa menyebabkan masalah kesehatan seperti peningkatan kadar kolesterol, tekanan drah tinggi, pembesaran jantung, perilaku agresif, jerawat dan depresi. Sedangkan konsumsi oral bisa merusak hati.

Untuk itu penggunaan steroid sebaiknya dihindari, khususnya oleh para remaja karena bisa menghambat pertumbuhan termasuk tulang sedangkan untuk remaja putri bisa mempengaruhi siklus menstruasi.


Temukan Artikel Motivasi Dahsyat DISINI